Selalu berpikir positif dan optimistis barangkali resep yang membuat Gigi bisa bertahan lebih dari 15 tahun. Kedua sikap itu juga membuat kami lumayan produktif.
Sejak dibentuk 22 Maret 1994, Gigi telah menghasilkan 18 album yang terdiri atas 11 album reguler, 1 album Life In Concert, 1 album The Best, 1 album Original Soundtrack Film Brownies, dan 4 album religi.
Selama itu kami sudah mengalami pasang-surutnya memegang komitmen untuk terus berkarya. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Gigi telah lima kali ganti formasi. Bahkan, saat personelnya cuma tinggal dua, Armand dan Budjana, Gigi yang putus asa nyaris membubarkan diri. Namun, ini pun berhasil dilewati dan Gigi tetap hidup.
Pikiran positif dan sikap optimistis itu kini kembali mendapat ujian berupa maraknya CD musik bajakan.
Sangat menyakitkan melihat begitu banyak CD bajakan dijajakan secara terbuka di mana-mana, mulai dari kaki lima hingga di mal. Itu bukanlah yang terburuk, yang paling mengesalkan adalah sikap aparat yang tidak peduli.
Menurut majalah musik Rolling Stones, saat ini 94 persen CD yang beredar di pasaran adalah produk bajakan. Sementara penjualan kaset juga jatuh seiring dengan makin langkanya alat pemutar kaset. Era band sejuta kopi sudah lewat karena untuk menjual 10.000 keping saja susah.
Selain problem bajakan, perangkat digital yang memungkinkan orang mengunduh lagu dari internet dengan gratis membuat industri musik kian terpuruk.
Bahkan, ada toko yang menjual Ipod lengkap dengan isinya 2.000 lagu. Artinya dengan membayar harga sebuah Ipod, kita dapat bonus 200 album musik (rata-rata satu album berisi 10 lagu).
Media massa berulang kali menurunkan berita ini, pemerintah dan DPR juga telah mendengar langsung keluhan musisi dan pelaku industri, tetapi sungguh mengherankan mereka tidak bereaksi.
Jika data 94 persen produk yang beredar berupa bajakan tidak cukup untuk menggerakkan minat aparat, kami tidak tahu mesti ngomong apa lagi.
Baru-baru ini juri pengadilan federal di Minnesota, AS, memvonis bersalah Jammie Thomas-Rasset karena mengunduh musik dari internet secara ilegal. Ia didenda 80.000 dollar AS per lagu, atau totalnya 1,9 juta dollar AS (sekitar Rp 19 miliar) untuk 24 lagu yang diunduhnya. Jammie sangat terpukul dengan besarnya denda sebab harga lagu yang diunduh itu hanya 99 sen.
Sikap aparat
Bagi Gigi yang menarik dari kasus ini bukanlah besarnya denda, tetapi sikap aparat penegak hukum yang sigap. Di Indonesia, aparat bisa dengan mudah menyeret pelaku pembajakan ke meja hijau. Barang bukti berlimpah, pedagangnya banyak, malnya jelas, pemasoknya..., ah itu sih gampang dilacak, apa susahnya! Perosalannya bukan bisa atau tidak, tetapi mau apa tidak?
Kita sebenarnya punya UU hak cipta dan kekayaan intelektual yang bagus, tetapi jika tidak ada kemauan politik yang kuat, penegakan hukum tidak akan berjalan. Padahal, Indonesia masuk dalam priority watch list sebagai negara yang paling banyak tingkat pembajakannya.
Jika pemerintah tidak lagi punya komitmen mengatasi pembajakan, bagaimana kalau produk bajakan dilegalkan saja. Perlakukan saja produk bajakan sebagai versi murah dari produk premium, lalu berlakukan aturan pajaknya. Cara ini jauh lebih baik ketimbang membiarkan.
Pemerintah mendapat masukan pajak, musisi dapat royalti dan kembali bersemangat karena karyanya dihargai, dan pedagang tetap bisa jualan tanpa takut dirazia. Lalu bagaimana dengan perusahaan rekaman? Mereka tetap memproduksi CD premium untuk konsumen kelas atas ditambah CD kualitas dua untuk masyarakat bawah. Dengan begini semua jadi jelas. Tidak seperti saat ini, kita seperti menghadapi hantu.
Sumber: cetak.kompas.com






Konser agnes monika yang diselenggarakan di boshe vvip club kamis 16 desember dini hari ini Sangat ramai dikunjungi oleh para clubbers dan fans dari agnes monika. konser dibuka dengan lagu pertama yang mengajak audiens untuk bergoyang dan bernyanyi. Semangat sang superstar didukung dengan dance dan koreografi dengan gerakan-gerakan dance yang sangat enerjik mengiringi lagunya yang berjudul "Godai Aku Lagi." Serta lirik yang nakal dan penuh dengan kejutan aksi dancer yang sangat memukau dan membuat gairah para penoton pada saat itu sangat menggebu. Semua berebut tempat untuk mendokumentasikan dengan hape masing-masing dan ikut bergoyang dan bernyanyi mengikuti irama lagu modern pop yang di bawakan sang superstar yang juga artis ini. Artis dan penyanyi yang sudah merambah blantika musik mancanegara ini sangat pandai membius penoton dengan suaranya yang super merdu dengan nada-nada tinggi dengan fariasi dan tekhnik tinggi yang tak pernah terpikirkan dan berciri khas. Surprise selalu terjadi di setiap lagu yang dibawakan sang superstar kali ini.
Cewek cantik berambut panjang ini biasa dipanggil dengan nama Nadya oleh teman-temannya. Nadya lahir di Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1997. Cewek yang bersekolah tingkat 8 di Muhammadiyah Dua Yogyakarta ini hobi banget bermain biola dan piano.
Cat Air adalah band indie yang berasal dari jogja. Yang akan merilis dan mempromosikan single mereka "So Sweet and Colorfull". Cat air band sudah 4 tahun berdiri yang tepatnya tanggal 7 december. Mereka mengajak kerjasma solusimusik.com yang selama ini selalu mensuport band-band indie lokal dan Boshe vvip club sebagai lokasi acara tersebut diselenggarakan. Acara anniversary Cat Air band di yang dipersembahkan oleh solusimusik.com salah satu divisi dari PT. BQ Entertainment ini berlangsung sangat meriah. Dengan band-band indie lain yang ikut perform menjadikan acara anniversary Cat Air band menjadi hidup. Teman-teman band indie dari Cat air band yang di undang untuk datang dan mensuport pun sangat banyak, salah satunya adalah Fresh Melon Band. Acaralebih lengkap dengan MC yang sangat lucu dan menghibur yaitu Alit-Alit Jabang bayi. Alit menambah suasanana menjadi hidup dengan candaan cirikhasnya.