Sudahkah Anda sadari?
· Berapa lama Anda telah bermain musik?
· Berapa banyak dana dan tenaga yang telah Anda keluarkan untuk musik?
· Berapa banyak orang yang meremehkan musik Anda?
· Berapa jumlah orang yang benar-benar mensupport dan menyukai musik Anda?
· Berapa buah lagu dan musik yang telah Anda ciptakan?
I. BERAPA LAMA ANDA TELAH BERMAIN MUSIK?
Bisa jadi Anda adalah seorang senior di bidang musik, bisa juga Anda adalah seorang pendatang baru di dunia musik. Semuanya itu hanyalah masalah waktu dan usia. Musik biasanya digemari oleh anak-anak muda dikarenakan berbagai macam alasan, ada yang dikarenakan hobi, ada yang dikarenakan gengsi, ada juga yang dikarenakan kebiasaan keluarga yang mendidik semua anak-anaknya dengan pendidikan musik. Anda termasuk yang mana?
Apakah ada yang salah dari beberapa pilihan di atas?
Tentu saja tidak ada satupun dari pilihan tersebut yang salah, semuanya itu hanyalah cara kita ataupun langkah yang harus kita tempuh untuk berkenalan dan mulai memasuki dunia musik. Saat ini yang perlu Anda pikirkan adalah sudah seberapa lamakah Anda telah bermain musik? Apakah baru 1 tahun? Apakah hampir 5 tahun? 10 tahun? 20 tahun? Atau bahkan mungkin sudah diatas 30 tahun yang lalu Anda mulai memainkan musik?
Jika Anda musisi yang kritis Anda pasti akan bertanya “Sudah seberapa banyak manfaat yang aku dapatkan dari musik? Apakah sesuai dengan waktu yang telah aku persembahkan bagi musik?”
Jika Anda menjawab “SUDAH SESUAI” maka Anda termasuk musisi yang beruntung.
Jika Anda menjawab “BELUM SESUAI” maka Anda termasuk musisi yang belum beruntung (tidak sama dengan “tidak beruntung”).
Mengapa demikian?--- Musisi pun adalah juga manusia biasa, dimana hidupnya akan terus berjalan dan memerlukan perhatian secara khusus paling tidak oleh dirinya sendiri. Apa jadinya apabila hidup seorang musisi ini diisi oleh kegiatan bermusik yang memakan waktu lama sedangkan manfaat yang dia peroleh tidaklah sebanding dengan waktu yang telah dia “KORBANKAN”?
Apakah ini sebuah kesalahan?
Ya, ini adalah sebuah kesalahan. Kita akan membahasa secara jauh lebih dalam di bagian akhir dari tulisan ini.
II. BERAPA BANYAK DANA DAN TENAGA YANG TELAH ANDA KELUARKAN UNTUK MUSIK?
Pada era-era awal kita bermusik yang ada tentunya hanyalah belajar dan belajar. Sedangkan pembelajaran itu selalu membutuhkan dana dan tenaga yang tidak bisa dihitung secara pasti jumlahnya. Bisa sangat banyak, bisa pula sangat sedikit.
Ada orang yang memilih mempelajari musik dengan cara otodidak, ada pula yang dengan kursus, ada juga yang ingin lebih serius lagi dan memasuki sekolah musik (contoh: di Jogja ada Sekolah Menengah Musik dan Institut Seni Indonesia).
Saat ini sudah waktunya Anda semua mempertanyakan sebuah hal yang mungkin telah Anda lupakan dikarenakan keasyikan Anda bermusik hingga lupa waktu “Sudah seberapa banyak dana dan tenaga yang telah Anda keluarkan untuk musik? Apakah sudah sesuai dengan apa yang telah Anda dapatkan dari musik?”
Jika Anda menjawab “SUDAH SESUAI” maka Anda termasuk musisi yang bertanggung jawab.
Jika Anda menjawab “BELUM SESUAI” maka Anda termasuk musisi yang belum bertanggung jawab (tidak sama dengan “tidak bertanggung jawab”).
Saya bermusik hanya untuk mencari kebahagiaan! Bukan hasil dari musik yang saya inginkan, tetapi kebahagiaan inilah yang saya cari! ß Apakah ini jawaban Anda?
Ataukah à Ya, saya memang sangat mencintai musik, tapi musik saya juga harus bisa menghidupi dirinya sendiri tanpa mengganggu hal-hal lain dalam hidup saya. Dengan begitu maka saya yakin saya akan menjadi sangat bahagia hidup dalam dunia musik.
Ya…. Bermusik memang bukan semata-mata sebuah media untuk mencari keuntungan belaka. Tetapi Anda masih harus mengingat bahwa mencintai musik itu tidaklah cuma-cuma, mari kita kembali mengingat seberapa besar perjuangan lahir batin Anda untuk bisa terus memperjuangkan musik.
INGAT, BERMUSIK TIDAKLAH CUMA-CUMA…!
III. BERAPA BANYAK ORANG YANG MEREMEHKAN MUSIK ANDA?
Musik adalah bahasa universal, walaupun di dunia ini ada ribuan genre musik yang beredar luas di kalangan para musisi – namun hal ini tidak menjadikan perpecahan yang berujung negatif layaknya sebuah perang yang banyak terjadi di negara-negara di dunia. Perbedaan genre hanya akan membuat sebuah kotak-kotak pemisah yang tipis sebagai penanda akan ciri dari masing-masing genre atau aliran musik. Di sinilah keindahan dari musik bisa kita lihat, diantara banyaknya aliran musik semuanya masih berpijak pada pakem nada yang sama (do-re-mi-fa-sol-la-si).
Perbedaan itulah yang kadang menjadikan sikap meremehkan dari musisi ataupun penikmat musik yang berbeda seleranya. Hal itu adalah sesuatu yang biasa dan akan selalu terjadi dimanapun rimbanya.
Walaupun begitu hal ini adalah sebuah tolak ukur yang harus Anda ketahui…. “Berapa banyakkah orang yang menganggap remeh musik Anda?”
Mengapa ini harus diketahui?
Dengan mengetahuinya maka Anda akan makin menjadi sadar akan apa dan bagaimana langkah yang harus Anda lakukan setelah itu. Tetap bertahan dengan aliran musik yang banyak dicerca orang dikarenakan idealisme yang harus dijaga? Atau memainkan musik-musik yang mayoritas orang menyukainya?
Kembali saya akan mengatakan tidak ada yang salah dari salah satu pilihan di atas, semuanya terserah Anda, semuanya benar tergantung bagaimana Anda akan meneruskan langkah bermusik Anda.
IV. BERAPA JUMLAH ORANG YANG BENAR-BENAR MENSUPPORT DAN MENCINTAI MUSIK ANDA?
Jika Anda berani mengatakan bahwa Anda ingin menjadi musisi yang profesional, tentunya Anda juga harus bisa dan berani menjawab pertanyaan di atas.
Saya ingin sedikit mengatakan pentingnya “DATABASE PENDENGAR”, tentunya walaupun Anda memainkan musik-musik yang idealis Anda juga memiliki target pendengar dan juga penikmat musik-musik Anda bukan? Apabila Anda ternyata belum memikirkan ataupun mengetahui siapa pendengar dan penikmat musik Anda maka saya bisa katakan bahwa Anda adalah musisi yang sangat perlu dikasihani.
Mengapa?
Karena semua musisi akan menjadi berarti apabila karyanya didengarkan dan dicintai oleh pendengarnya. Tanpa rasa cinta dari pendengar maka karya yang telah mati-matian Anda ciptakan itu telah gagal tumbuh menjadi “SOMETHING”!
Cobalah mulai sekarang untuk lebih peduli terhadap pendengar lagu-lagu Anda, ada waktunya memikirkan idealisme bermusik Anda dan ada waktunya Anda memikirkan orang-orang yang mendengarkan karya Anda tersebut. Anda bisa memulainya secara perlahan-lahan dan bertahap, mulai kumpulkan dari angka 1 data dari pendengar yang mencintai Anda. Memang sangat mustahil untuk mengumpulkan semua data tersebut, tetapi lebih konyol lagi seandainya tidak ada satupun data pendengar atau penikmat musik Anda yang Anda miliki.
Jika Anda bertahan untuk tidak memilikinya maka Anda adalah bukanlah musisi idealis, tetapi musisi KONYOL…! Musisi idealis adalah musisi yang bertahan di satu aliran musik dikarenakan sadar akan potensi pendengar dari lagu yang dimainkannya, dan tentu saja target pendengarnya juga sudah diketahui.
V. BERAPA LAGU ATAU KOMPOSISI YANG TELAH ANDA CIPTAKAN?
Ada satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh para musisi—yaitu mudah berpuas diri. Dari sebuah lagu yang diciptakan, kemungkinan besar Anda akan langsung terburu2 untuk menjadikannya sebuah komposisi lengkap sekaligus merekamnya dalam bentuk demo lagu.
Mengapa tidak kita coba untuk membuat sebanyak mungkin lagu terlebih dahulu sebelum merekamnya ke dalam media yang lebih serius dan mengeluarkan banyak biaya?
Ada sebuah pendekatan yang lumayan menarik dan biasa dilakukan oleh para musisi yang ingin berjalan dengan efektif, langkah2nya adalah sebagai berikut:
1. Buat sebanyak mungkin lagu.
2. Rekam dengan sederhana, mungkin hanya dengan gitar dan vocal saja. Rekam dengan alat rekam yang ada saja (ex: handphone)
3. Setelah terekam beberapa lagu Anda, cobalah untuk mendengarkan lagu2 tersebut kepada teman2 Anda.
4. Anda kemudian tinggal membuat kesimpulan, dari sekian banyak lagu yang Anda ciptakan itu manakah yang layak disikapi dengan lebih serius. Hal ini diputuskan berdasarkan respon dari rekan2 Anda tadi. Dengan begitu maka langkah-langkah yang dilakukan akan menjadi sangat efisien.
Dari 5 langkah diatas tentunya kita akhirnya bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya musisi itu berada dalam dunia yang sangat nyaman sekaligus mengerikan.
Kenapa bisa demikian?
Hal ini disebabkan karena musisi itu bekerja dengan berdasarkan kecintaan terhadap bidangnya sendiri, tetapi kebalikannya juga adalah akan menjadi sebuah bahaya disaat kita tidak bisa memilah-milah yang mana sebuah idealisme dan yang mana sebuah kebutuhan berkarya (eksistensi). Karena dengan eksistensi itulah akhirnya seorang musisi akan terus bisa bertahan baik lahir maupun batin.
Tentu saja dengan eksistensi itu jugalah maka seorang musisi akan bisa menghidupi musiknya dari hasil yang didapatkannya dari dia bermusik pula. Hal ini perlu digarisbawahi:
BAHWA MUSIK ITU WAJIB MENGHIDUPI DIRINYA SENDIRI…!
Jadikanlah musik Anda sebagai musik yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, yang bisa menghasilkan bagi Anda dan seluruh rekan band Anda. Jangan jadikan musik hanya sebagai tempat untuk membuang2 waktu dan biaya secara sia-sia.
Jadilah musisi yang produktif, karena dengan begitu maka Anda akan menjadi musisi yang sesungguhnya…!!!






Konser agnes monika yang diselenggarakan di boshe vvip club kamis 16 desember dini hari ini Sangat ramai dikunjungi oleh para clubbers dan fans dari agnes monika. konser dibuka dengan lagu pertama yang mengajak audiens untuk bergoyang dan bernyanyi. Semangat sang superstar didukung dengan dance dan koreografi dengan gerakan-gerakan dance yang sangat enerjik mengiringi lagunya yang berjudul "Godai Aku Lagi." Serta lirik yang nakal dan penuh dengan kejutan aksi dancer yang sangat memukau dan membuat gairah para penoton pada saat itu sangat menggebu. Semua berebut tempat untuk mendokumentasikan dengan hape masing-masing dan ikut bergoyang dan bernyanyi mengikuti irama lagu modern pop yang di bawakan sang superstar yang juga artis ini. Artis dan penyanyi yang sudah merambah blantika musik mancanegara ini sangat pandai membius penoton dengan suaranya yang super merdu dengan nada-nada tinggi dengan fariasi dan tekhnik tinggi yang tak pernah terpikirkan dan berciri khas. Surprise selalu terjadi di setiap lagu yang dibawakan sang superstar kali ini.
Cewek cantik berambut panjang ini biasa dipanggil dengan nama Nadya oleh teman-temannya. Nadya lahir di Yogyakarta pada tanggal 4 Mei 1997. Cewek yang bersekolah tingkat 8 di Muhammadiyah Dua Yogyakarta ini hobi banget bermain biola dan piano.
Cat Air adalah band indie yang berasal dari jogja. Yang akan merilis dan mempromosikan single mereka "So Sweet and Colorfull". Cat air band sudah 4 tahun berdiri yang tepatnya tanggal 7 december. Mereka mengajak kerjasma solusimusik.com yang selama ini selalu mensuport band-band indie lokal dan Boshe vvip club sebagai lokasi acara tersebut diselenggarakan. Acara anniversary Cat Air band di yang dipersembahkan oleh solusimusik.com salah satu divisi dari PT. BQ Entertainment ini berlangsung sangat meriah. Dengan band-band indie lain yang ikut perform menjadikan acara anniversary Cat Air band menjadi hidup. Teman-teman band indie dari Cat air band yang di undang untuk datang dan mensuport pun sangat banyak, salah satunya adalah Fresh Melon Band. Acaralebih lengkap dengan MC yang sangat lucu dan menghibur yaitu Alit-Alit Jabang bayi. Alit menambah suasanana menjadi hidup dengan candaan cirikhasnya.